KLIKNARASI.ID – Wali Kota Tomohon, Caroll J. A. Senduk, S.H., menghadiri sekaligus membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Kelitbangan dalam Sidang Majelis Pertimbangan Kelitbangan Kota Tomohon, yang digelar di Command Center Pemerintah Kota Tomohon, Selasa (23/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Caroll Senduk juga melaunching aplikasi Tomohon Andal (Analisis Data dan Laporan), sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem perencanaan pembangunan berbasis data yang akurat dan terintegrasi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Caroll menegaskan bahwa kelitbangan memiliki peran strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah yang berkualitas. Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2016 tentang pedoman penelitian dan pengembangan di lingkungan pemerintah daerah.
“Perencanaan yang berkualitas harus didasarkan pada data dan fakta yang akurat, yang dihasilkan melalui proses kelitbangan,” ujar Senduk.
Ia juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Tomohon telah menetapkan Peraturan Wali Kota Nomor 21 Tahun 2025 tentang Rencana Induk dan Peta Jalan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tahun 2025–2029. Regulasi tersebut menjadi panduan strategis dalam pengembangan riset dan inovasi daerah.
Beberapa fokus utama kebijakan tersebut antara lain peningkatan relevansi riset melalui penguatan jejaring inovasi, pengembangan UMKM berbasis produk unggulan daerah, peningkatan literasi hak kekayaan intelektual, serta penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal dan digitalisasi.
Menurutnya, strategi ini menjadi peta jalan untuk menjamin keberlanjutan pembangunan serta meningkatkan daya saing daerah. Sasaran inovasi juga diarahkan untuk mendorong peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, serta percepatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Caroll memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang terus menghadirkan inovasi setiap tahun. Ia menilai inovasi menjadi indikator penting dalam berbagai penilaian nasional, seperti penurunan angka stunting, kemiskinan, pengangguran, hingga kota layak anak.
Peluncuran aplikasi Tomohon Andal menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung kebijakan tersebut. Aplikasi ini dirancang untuk memantau berbagai indikator penting, seperti data kependudukan, tingkat kemiskinan, pengangguran, stunting, penerima bantuan sosial, kondisi rumah, sanitasi, akses air minum, hingga data lahan pertanian dan keamanan lingkungan.
“Melalui aplikasi ini, data dapat diakses secara terintegrasi dan real time, sehingga mendukung perencanaan dan evaluasi kebijakan pemerintah secara lebih efektif,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya akurasi data dalam sistem tersebut, dengan melibatkan peran aktif pejabat eselon II dan III, camat, hingga lurah dalam proses input data sesuai wilayah masing-masing.
Wali Kota berharap forum FGD ini dapat menjadi ruang kolaborasi yang produktif antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sinergi pembangunan.
“Kita berharap melalui forum ini tercipta sinergi yang kuat untuk mewujudkan Kota Tomohon yang maju, berdaya saing, dan sejahtera,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pusat Statistik Kota Tomohon Ika Oktaria Gaib, tim pengembang aplikasi Andal yakni Reonaldy Berikang, Ferdinand Maleke, dan Juliandri Surentu, serta jajaran Pemerintah Kota Tomohon.(red)







