KLIKNARASI.ID–Pemerintah Kota Tomohon terus berkomitmen menciptakan tata kelola keuangan daerah yang profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Salah satu langkah strategisnya diwujudkan melalui aksi perubahan yang digagas oleh Kepala Bidang Akuntansi Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Tomohon, Christofel Manangka SE, yakni pengembangan Aplikasi PRIMA (Pembelajaran Responsive Interaktif Mandiri dan Adaptif).

Inovasi diklaim jadi jawaban atas berbagai tantangan pembinaan akuntansi di perangkat daerah, termasuk kebutuhan peningkatan kapasitas Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK) SKPD.
Christofel Manangka menegaskan bahwa aplikasi ini dirancang untuk memudahkan PPK SKPD mengakses materi pembelajaran secara mandiri sekaligus memahami regulasi terbaru dalam pengelolaan keuangan daerah.
“Aplikasi PRIMA menjadi kebutuhan penting bagi SKPD agar mampu menyusun laporan keuangan secara tepat dan sesuai standar regulasi. Melalui platform ini, PPK SKPD dapat belajar secara fleksibel, mandiri, dan terarah,” terangnya.

PRIMA menyediakan berbagai fitur esensial, antara lain pembelajaran penyusunan laporan keuangan SKPD, informasi regulasi pengelolaan keuangan daerah, serta tayangan visual berupa panduan dan tutorial penyusunan LRA, LO, Neraca, LPE, dan CaLK. Seluruh materi disusun untuk memperkuat pemahaman teknis, sehingga menjadi landasan kuat para PPK dalam menjalankan tugasnya.
Selain itu, aplikasi ini dilengkapi pembelajaran daring (virtual learning) yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.
Peserta dapat mengikuti kelas virtual untuk mendapatkan pembaruan regulasi, kebijakan terbaru, hingga teknis penyusunan laporan keuangan pemerintah daerah.
Metode Blended Learning menjadi pendekatan utama dalam PRIMA dengan menggabungkan pembelajaran mandiri dan pembelajaran daring. Cara ini dinilai lebih efektif, efisien, dan mampu menggantikan pembelajaran tatap muka jika diperlukan, sekaligus menekan biaya pelatihan.
Melalui pengembangan PRIMA, Pemkot Tomohon ingin memastikan kualitas penyusunan laporan keuangan tetap terjaga sehingga prestasi Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diraih 12 kali berturut-turut dapat dipertahankan.
Dalam jangka panjang, Christofel Manangka menargetkan PRIMA melahirkan PPK SKPD yang lebih kompeten, memahami regulasi terbaru, dan bahkan siap mengikuti sertifikasi penyusunan laporan keuangan. “Ini adalah upaya untuk memastikan Tomohon terus maju dengan sistem pengelolaan keuangan yang profesional,” pungkas Christofel. (red)








