Berita
Pengurus DWP Kota Tomohon Dikukuhkan, Topang Program Kerja Pemerintah
KLIKNARASI.ID–Pemerintah Kota Tomohon mengukuhkan kepengurusan baru Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tomohon masa bakti 2025-2029. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dari Aula Mapalus Kantor Gubernur Sulawesi Utara dan terhubung langsung ke ruang kerja Wali Kota Tomohon, Rabu (11/6/2025).
Pengukuhan Pengurus Dharma Wanita Persatuan tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota se-Sulawesi Utara dipimpin oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sulawesi Utara, Ny Christiani Kepel-Soputan. Di Kota Tomohon, jabatan Ketua DWP secara resmi diemban oleh Ny Prisilia Thirsa Roring-Rawung.
Dalam sambutannya, Ny Christiani Kepel-Soputan menyampaikan harapannya agar kepengurusan Dharma Wanita Persatuan di setiap daerah mampu memperkuat peran perempuan dalam mendukung kinerja pemerintahan sekaligus mendorong kesejahteraan keluarga. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara DWP dengan pemerintah daerah dan masyarakat.
Sementara itu, kehadiran Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kota Tomohon, Drs O. D. S. Mandagi, M.A.P., mewakili pemerintah daerah menunjukkan dukungan penuh atas peran Dharma Wanita Persatuan. Dalam keterangannya, ia menyebut bahwa DWP bukan hanya organisasi pendamping ASN perempuan, tetapi juga mitra strategis dalam memperkuat kesejahteraan keluarga dan membangun ketahanan sosial di tengah masyarakat.
“Kami berharap kepengurusan yang baru ini bisa semakin memperkokoh peran perempuan, khususnya istri ASN, untuk terlibat dalam program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat di Kota Tomohon,” ujar Mandagi.
Pengukuhan yang berlangsung secara daring ini tetap berlangsung khidmat dan tertib, diikuti oleh seluruh jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan Kota Tomohon dan instansi terkait. Suasana kebersamaan dan semangat pengabdian terpancar dari seluruh peserta yang hadir baik secara langsung maupun virtual.
Ketua DWP Kota Tomohon yang baru dikukuhkan, Ny Prisilia Thirsa Roring-Rawung, mengungkapkan komitmennya untuk membawa organisasi ini lebih aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, pendidikan keluarga, serta pemberdayaan perempuan di lingkungan Pemkot Tomohon.
“Kami akan berupaya maksimal untuk melanjutkan program-program positif yang telah berjalan selama ini dan terus berinovasi agar Dharma Wanita Persatuan Kota Tomohon dapat memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tutur Prisilia.
Kegiatan pengukuhan ini menandai dimulainya masa bakti baru yang diharapkan akan membawa semangat baru bagi seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Kota Tomohon. Program kerja ke depan akan difokuskan pada peningkatan kapasitas anggota, penguatan pendidikan keluarga, serta kolaborasi dengan berbagai pihak dalam membangun kesejahteraan sosial.(red)
Berita
Anggota DPR RI Martin Daniel Tumbelaka Gelar Open House Pengucapan Syukur, Momen Perkuat Semangat Persaudaraan dan Berbagi
KLIKNARASI.ID — Kediaman pribadi Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, Martin Daniel Tumbelaka, di Maumbi, Minahasa Utara, dipadati ratusan warga saat pelaksanaan Pengucapan Syukur Kota Manado 2026, Minggu (23/8/2026).
Momen tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Martin Daniel Tumbelaka bersama istrinya, Adherien Wawointana, S.I.Kom., M.Th., serta keluarga, menyambut warga yang datang untuk bersilaturahmi. Kegiatan juga diisi dengan ibadah dan bernyanyi bersama.
Bagi Martin Daniel Tumbelaka atau yang akrab disapa MDT, Pengucapan Syukur bukan sekadar tradisi atau perayaan tahunan. Momentum tersebut dinilainya memiliki makna penting untuk memperkuat hubungan persaudaraan dan membangun kehidupan masyarakat yang rukun serta damai.
“Jika kita bisa membangun hubungan baik dengan semua orang, maka kita akan mengalami hidup rukun dan damai, dan inilah makna pengucapan syukur itu sendiri,” ungkap MDT didampingi sang istri.
Menurutnya, masyarakat patut bersyukur bukan hanya karena menerima berkat secara jasmani, tetapi juga karena masih diberikan kesempatan untuk menikmati kebersamaan sebagai satu keluarga dan komunitas.
Ia mengingatkan agar makna Pengucapan Syukur tidak bergeser menjadi kegiatan yang justru bertentangan dengan nilai keimanan maupun mencederai hubungan antar sesama.
“Pengucapan syukur janganlah kita salah artikan dengan hal-hal yang menciderai keimanan kita kepada Tuhan.
Dengan menjiwai pemaknaan ini, niscaya tiada percideraan antar sesama manusia yang akan menodai hari yang berbahagia ini,” ujarnya.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran sejumlah artis Manado yang tampil menghibur masyarakat. Penampilan para artis tersebut mendapat sambutan antusias dari warga yang hadir di kediaman MDT.
Selain menjadi ruang silaturahmi, kegiatan tersebut juga diwarnai aksi berbagi. Martin Daniel Tumbelaka bersama istri menyempatkan diri memberikan sembako kepada masyarakat yang hadir.
Berbagi tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan yang ingin dibangun dalam momentum Pengucapan Syukur. Menurut MDT, rasa syukur akan memiliki makna yang lebih kuat ketika diwujudkan melalui kepedulian dan berbagi dengan sesama.
Kehadiran ratusan warga di kediaman Martin Daniel Tumbelaka di Maumbi, Minahasa Utara, menunjukkan bahwa momentum Pengucapan Syukur tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga ruang mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan dan menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis.
Bagi MDT dan keluarga, Pengucapan Syukur 2026 menjadi momentum untuk terus merawat kebersamaan sekaligus mengajak masyarakat memaknai berkat Tuhan melalui kehidupan yang rukun, damai dan saling peduli.(red)
Berita
Seminar Hukum Kejati Sulut di Tomohon, Buka Pemahaman Baru tentang Peran Jaksa dan Hak Pencari Keadilan
KLIKNARASI.ID — Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara (Kejati Sulut) menggelar Seminar Hukum bertajuk “Reposisi Kewenangan Jaksa sebagai Dominus Litis di Era Transisi Hukum: Implementasi Instrumen Lex Favor Reo dan Sinkronisasi Penegakan Hukum Pidana”, Rabu (19/8/2026), di Aula SMA Lokon Tomohon.
Seminar tersebut menjadi bagian dari upaya Kejati Sulut memperkuat pemahaman masyarakat dan aparat penegak hukum terhadap perkembangan hukum pidana di Indonesia, khususnya terkait reposisi kewenangan jaksa sebagai dominus litis atau pengendali perkara pidana.
Kepala Kejati Sulut, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., mengatakan perubahan paradigma hukum pidana menuntut adanya pemahaman yang lebih menyeluruh dari seluruh pihak. Menurutnya, penegakan hukum tidak lagi semata-mata diarahkan pada penghukuman atau pembalasan, tetapi harus mampu menghadirkan keadilan yang lebih substantif dan memberikan ruang bagi pemulihan.
“Dulu paradigma kita lebih kepada bagaimana orang ditangkap, diproses dan masuk penjara. Tetapi hasilnya, manusia belum tentu dimanusiakan dan hukum belum tentu bermakna bagi mereka,” ujar Pattipeilohy saat diwawancarai sejumlah awak media usai seminar.
Ia menjelaskan, paradigma baru tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang terdampak tindak pidana, bukan hanya tersangka atau terdakwa. Korban, keluarga korban, keluarga pelaku hingga lingkungan sosial juga harus mendapatkan perhatian dalam proses penegakan hukum.
“Sekarang kita ingin dengan paradigma yang baru supaya semua pencari keadilan bisa mendapatkan hakikat hukum yang sebenarnya,” tegasnya.
Pattipeilohy menyebut sejumlah instrumen baru, seperti Deferred Prosecution Agreement (DPA), persetujuan pengakuan bersalah dan pidana pengawasan, membutuhkan sosialisasi secara luas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Menurutnya, penerapan instrumen tersebut merupakan bagian dari perkembangan penegakan hukum pidana yang harus dipahami berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Ketentuan ini baru berlaku tahun ini dan belum satu tahun. Karena itu kita harus gencar menyampaikannya kepada masyarakat, kepada semua stakeholder, supaya semuanya bisa memahami,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar perubahan pendekatan hukum tidak dipersepsikan sebagai melemahnya penegakan hukum. Sebaliknya, hukum pidana kini diarahkan untuk menghasilkan penyelesaian yang lebih berkeadilan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Tidak semata-mata orang itu harus dalam konteks pembalasan. Sekarang semuanya bergeser. Kita harus korektif, kita harus restoratif, dan lebih kepada rehabilitasi,” tandasnya.
Melalui seminar tersebut, Kejati Sulut berharap pemahaman mengenai dominus litis, lex favor reo, keadilan restoratif dan instrumen hukum pidana lainnya dapat semakin luas. Pattipeilohy juga menegaskan komitmen Kejati Sulut untuk terus melakukan sosialisasi dari satu daerah ke daerah lainnya.
“Mudah-mudahan semua peserta dan masyarakat bisa memahami dan mengerti, kemudian membuka dan mempelajari sendiri seperti apa sekarang hukum positif Indonesia,” pungkasnya..
Berita
S2 Pro and Lighting Tomohon Buktikan Kualitas Sound System Lokal Mampu Tampil Profesional di Iven Besar Kota Bunga
KLIKNARASI.ID — S2 Pro and Lighting Tomohon mendapat apresiasi setelah tampil sebagai salah satu pendukung teknis dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Tomohon.
Penampilan S2 Pro and Lighting yang berlangsung di Stadion Babe Palar Tomohon dinilai mampu memberikan dukungan teknis secara profesional, baik dalam pelaksanaan upacara pengibaran bendera maupun kegiatan penurunan bendera. Kualitas sound system, tata suara dan lighting yang ditampilkan turut mendapat perhatian dari masyarakat maupun pemerhati bidang audio di Kota Tomohon.
Salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Tomohon menilai performa S2 Pro and Lighting menunjukkan perkembangan yang semakin baik dan profesional.
“Penampilan S2 Pro and Lighting sudah menanjak lebih baik dan profesional. Kami kira tampilan ini tak kalah dengan hasil tampilan para pengusaha sound system profesional dari luar daerah,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan berskala besar tidak hanya ditentukan oleh konsep acara, tetapi juga membutuhkan dukungan tim teknis yang solid. Pembagian tugas, kesiapan peralatan dan komunikasi antar tim menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Ia bahkan menilai S2 Pro and Lighting sudah layak mendapat kepercayaan untuk menangani berbagai kegiatan besar di Tomohon, termasuk kemungkinan mendukung penyelenggaraan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2027.
Apresiasi serupa disampaikan warga Walian, Aldo Kumaat. Ia mengatakan Tomohon memiliki banyak pelaku usaha dan pecinta sound and audio yang telah berkembang secara profesional.
Menurut Aldo, keberadaan Tomohon Sound Community (TSC) menjadi salah satu gambaran berkembangnya ekosistem sound system di Kota Tomohon. Peralatan yang dimiliki para pelaku usaha lokal dinilainya semakin mumpuni dan mampu mendukung berbagai kegiatan berskala besar.
“Perangkat sound system yang dimiliki mereka saat ini sudah sangat mumpuni dan mampu jika dipercayakan dalam event-event besar. Mereka sudah profesional,” kata Aldo.
Ia menambahkan, kemampuan pelaku sound system Tomohon juga telah mendapat kepercayaan dalam sejumlah kegiatan besar di Sulawesi Utara. Bahkan, menurutnya, para artis lokal tidak ragu menggunakan jasa penyedia sound system dari Tomohon.
Penampilan S2 Pro and Lighting dalam rangkaian HUT ke-81 RI akhirnya menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa pelaku industri kreatif dan jasa teknis lokal memiliki kemampuan yang semakin kompetitif.
Dukungan terhadap pelaku usaha lokal diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi mereka untuk terlibat dalam berbagai event besar, termasuk agenda pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Tomohon.
-
Berita1 tahun agoWali Kota Caroll Senduk Siap Kawal Program Kerja Strategis, Sukseskan Indonesia Emas 2045
-
Berita3 bulan agoPemkot Tomohon Maknai Pancasila Ideologi Hidup Persatuan dan Perdamaian Dunia
-
Berita5 hari agoAnggota DPR RI Martin Daniel Tumbelaka Gelar Open House Pengucapan Syukur, Momen Perkuat Semangat Persaudaraan dan Berbagi
