Tomohon
Penatua Caroll Senduk Hadiri Ibadah Agung HAPSA PKB Sinode GMIM 2026
MINAHASA, KLIKNARASI.ID – Semangat kebersamaan dan pelayanan mewarnai pembukaan Hari Persatuan Pria Kaum Bapa (HAPSA PKB) Sinode GMIM 2026. Ibadah Agung pembukaan kegiatan tersebut turut dihadiri Penatua Caroll J.A. Senduk, Jumat (5/6/2026).
Kehadiran Caroll Senduk dalam agenda tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan pelayanan Pria Kaum Bapa (PKB) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), sekaligus momentum untuk memperkuat kebersamaan dan persaudaraan di tengah jemaat.
Ibadah Agung HAPSA PKB Sinode GMIM 2026 berlangsung dalam suasana penuh sukacita. Para peserta dari berbagai wilayah pelayanan GMIM hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan semangat kebersamaan.
HAPSA PKB menjadi salah satu agenda penting dalam kehidupan pelayanan GMIM. Selain menjadi ruang persekutuan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi kaum bapak untuk memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta meningkatkan semangat melayani.
Caroll yang hadir sebagai Penatua turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, peran Pria Kaum Bapa sangat penting, bukan hanya dalam kehidupan bergereja, tetapi juga dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.
Kaum bapak diharapkan mampu menjadi teladan dalam kehidupan keluarga, membangun karakter generasi muda, serta mengambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Momentum HAPSA PKB Sinode GMIM 2026 pun diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen para kaum bapak untuk menjalankan panggilan pelayanan dengan penuh tanggung jawab.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk membangun persatuan antarjemaat dan mempererat hubungan di antara warga GMIM dari berbagai wilayah pelayanan.
Kehadiran Penatua Caroll Senduk menegaskan dukungannya terhadap kegiatan-kegiatan gerejawi yang memiliki nilai positif dalam memperkuat iman, kebersamaan, serta peran keluarga di tengah kehidupan masyarakat.
Dengan semangat HAPSA, Pria Kaum Bapa Sinode GMIM diharapkan terus menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang kokoh, gereja yang kuat, serta masyarakat yang semakin peduli dan saling menopang.
